Prihatin Banyak Anak Terpapar Covid-19, Demokrat Jatim Minta Sekolah Tatap Muka Ditinjau Ulang

0
3
demokrat jatim prihatin banyak anak terpapar covid-19

PersMerdeka.com – Legislator Partai Demokrat Provinsi Jawa Timur, Zaenal Abidin merasa prihatin jumlah anak terpapar Covid-19 terus meningkat.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim tersebut mengaku sangat prihatin adanya lonjakan anak-anak di Jatim yang terpapar Covid-19. Pria yang akrab dengan wartawan ini berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur maksimal untuk menekan peningkatan anak terpapar Covid-19.

“Saya prihatin sekali sampai anak ikut terpapar. Saya berharap Pemprov bekerja ekstra keras untuk menekannya agar turun,” jelas politisi Partai Demokrat ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (23/7).

Pria asal Sumenep Madura ini mengatakan pihaknya berharap orang tua harus berhati-hati agar anaknya tidak ikut terpapar Covid-19.

“Orang tua harusnya memberi contoh kepada anak dengan menerapkan prokes yang ketat sehingga anak bisa meniru orang tua sehingga tak terpapar. Kami minta orang tua untuk maksimal menjaga anaknya agar tak terpapar,” jelas ketua Bappilu Demokrat Provinsi Jatim ini.

Mantan birokrat ini menambahkan pihaknya juga sepakat jika rencana pembelajaran tatap muka dikaji ulang mengingat jumlah anak yang terpapar covid-19 di Provinsi Jawa Timur menunjukkan peningkatan.

“Kalau ada tatap muka berlangsung, terus anak terpapar. Pulang ke rumah, tentunya akan menulari yang ada di rumah. Sebaiknya, saya minta untuk dikaji ulang,” tandasnya.

Sekedar diketahui,dari data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Jatim menunjukkan bahwa jumlah anak yang suspect Covid-19 di Jatim meningkat 303 anak menjadi 4.794, dan yang terkonfirmasi sebanyak 3.876 atau bertambah 168 anak.

IDAI Jatim juga mencatat yang meninggal rata-rata periode usianya antara satu bulan hingga 45 hari. Tak hanya itu, anak meninggal dunia juga disebabkan Covid-19 yang memiliki kormobid. Misalnya TBC, gangguan organ otak atau lainnya.

Data satgas penanganan COVID-19 pada 16 Juli 2021 lalu mencatat, ada 12,8% atau sekitar 351.336 kasus positif covid-19 terjadi pada usia anak usia 0 – 18 tahun. Yang bikin mengkhawatirkan lagi adalah, korban anak meninggal karena covid-19 mencapai 777 orang.

Persentase angka kematian tertinggi berada pada kelompok usia 0 – 2 tahun, diikuti kelompok usia 16 – 18 tahun dan usia 3 – 6 tahun. Ada 5 provinsi dengan jumlah kasus anak terkena covid-19 tertinggi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here