Moeldoko Tak Punya KTA Ngaku Ketum Demokrat, Panca : Nga Malu Ngaku-Ngaku

0
125
moeldoko tak punya KTA

PersMerdeka.com – Pengurus DPP Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana anggap Moeldoko tidak tahu malu mengaku-ngaku sebagi Ketua Umum Partai Demokrat tapi tidak punya Kartu Tanda Anggota (KTA) partai berlambang bintang mercy tersebut.

Panca mengaku tidak gentar walaupun yang mereka lawan adalah seorang jenderal dan dekat dengan Presiden jokowi.

“Lawan kami jenderal yang sedang berkuasa. Posisinya di samping presiden persis. Presidennya diam aja melihat kalakuan anak buahnya. Tapi tak surut langkah kami. Moeldoko itu bukan kader Demokrat. Nga punya KTA Demokrat. Nga malu ngaku2. Tumbangkan Begal Demokrat,” ujar panca dalam akun twitter pribadinya, Jum’at (17/9).

 

Dirinya mengatakan harusnya Moeldoko sibuk bantu presiden atasi Covid-19 dan perbaiki ekonomi bukan begal partai orang dan  gugat eputusan pemerintah.

“Bukannya sibuk bantu presiden mengatasi covid dan perbaikan ekonomi Indonesia, malah Kepala Stafnya sibuk membegal partai orang. Pakai mengajukan tuntutan segala ke pengadilan. Yang dituntut keputusan pemerintah sendiri. Nga tahu malu,” tukasnya.

Panca sindir Moeldoko sebaiknya bantiu presiden atasi serbuan kapal-kapal cina di laut Natuna yang sudah semakin banyak.

“Lebih bagus tuh jenderal Moeldoko membantu presiden mengatasi “serbuan”kapal2 Cina di Natuna. Daripada sibuk membegal partai yang bukan haknya,” ujarnya.

Dirinya pun menyarankan agar Moeldoko bikin partai sendiri saja seperti para jenderal lainya.

“Kalau benar jenderal sejati, ya bikin partai sendiri. Seperti dilakukan senior2nya seperti Prabowo, Edi Soedrajat, SBY dan Wiranto,” tutupnya.

Seperti diketahui upaya Moeldoko merebut Partai Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum berakhir. Pengurus ilegal yang dilahirkan dari Kongres Luar Biasa abal-abal di Deli Serdang yang mengangkat Moeldoko sebagai Ketua Umum mengajukan gugatan atas putusan Menkumham Yasona laoly.

Menkumham sudah memutuskan menolak hasil KLB Deli Serdang dan hanya mengakui AHY sebagi Ketua Umum yang sah yang dilahirkan dari kongres V Partai Demokrat tahun 2020 lalu.

Persidangan di Pengadilan tata Usaha Negara sudah memasuki tahap-tahap pembuktian yang berlangsung kamis (16/7). Demokrat menganggap bukti dan saksi yang diajukan oleh kubu Moeldoko tidak nyambung dengan tuntutan dalam gugatan mereka.(JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here