Mahasiswi Indonesia yang sedang kuliah di Hungaria ikut bersuara atas bullying yang dilakukan Denny Siregar terhadap siswi kelas 6 SD, Almira, puteri dari AHY & Annisa Pohan.

Berikut adalah isi dari kritikan mahasiswi tersebut:

Kemarin2 sempat ramai dengan berita tentang Aira yang diminta membuat tugas sekolah mengenai pidato tentang lockdown untuk presiden yang dibantu oleh mbak @AnnisaPohan, dan banyak yg menilai kalau itu kepentingan politik.

Lalu saya mendapatkan 2 tugas ujian dari 2 matkul yang berbeda yaitu agama islam dan pendidikan kewarganegaraan yang meminta mahasiswa untuk memberikan pendapat mengenai lockdown ataupun kebijakan pemerintah.

Lalu saya jadi menyadari satu hal, entah di jenjang pendidikan dasar ataupun pendidikan tinggi, sama2 memiliki tugas sekolah/kuliah untuk menyampaikan pendapatnya tentang kebijakan pemerintah di tengah masa krisis Covid-19 ini. 

Dan timbulah pertanyaan dari saya pribadi, apakah memang saat ini para guru ataupun dosen semata-mata hanya ingin membangun kemampuan critical thinking siswa/mahasiswanya? 

Lantas kalau berita yang ramai saat ini menilai kalau Aira itu menjadi ‘alat politik’ ditengah krisis ini, apa bedanya dengan kami mahasiswa yang diminta untuk berpendapat mengenai kebijakan seperti apa yg harusnya diambil oleh pemerintah. 

Selain itu kami diminta untuk berpendapat manajemen kepemimpinan seperti apa yang cocok untuk menangani krisis ini.

Tidak hanya disitu saja bahkan dalam kuliah agamapun kami dimintai pendapat jika diasumsikan kebijakan pemerintahan ini menyimpang bagaimana tinjauan dalam agama tentang hal ini.

Memang soal tugas seperti ini mengajak mahasiswa untuk menganalisa bedasarkan studi kasus yang ada saat ini. Sebenernya hal ini bisa menjadi positif jika masyarakat melihat dari segi pendidikannya.

Tapi sangat disayangkan ketika masyarakat sudah dibutakan oleh politik hal ini menjadi senjata untuk menyerang salah satu penggiat politik. Padahal diluar sana yg tidak dijangkau masyarakat luas ada juga satuan pendidikan yang memberikan tugas serupa. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here