Joni Kurnianto Minta BRI Segera Salurkan Bantuan yang Belum Cair

0
24
joni kurnianto
Wakil Ketua DPRD Pati, Joni Kurnianto minta BRI Segera slurkan bantuan yang belum cair

PersMerdeka.com – Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto meminta pihak BRI segera menyelesaikan penyaluran bantuan untuk masyarakat yang belum cair.

Untuk diketahui, mulai Januari hingga Agustus 2021, sebanyak 15.262 keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Pati belum mendapatkan pencairan.

Ketua DPC Demokrat Pati ini mengungkapkan,  jumlah dana keseluruhan yang belum cair ini sebanyak Rp. 10.635.600.000 (Sepuluh miliar enam ratus tiga puluh lima juta enam ratus ribu rupiah).

Tak hanya itu, dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang belum tersalurkan juga ada sebanyak 702 KPM.

Oleh karena itu Komisi D DPRD Kabupaten Pati mengundang Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati beserta Kantor Cabang BRI Pati, Selasa (14/9) pagi. Hal itu berkaitan dengan adanya bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang belum tersalurkan.

Joni mengaku menerima data ini dari Bupati Pati Haryanto yang diteruskan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kementrian Sosial (Kemensos). Jumlah dana yang belum cair ini sebanyak Rp10 miliar.

“Ada transaksi yang belum bisa dicairkan dari bulan Januari hingga Agustus 2020 itu ada 15.262 dari KPM BPNT. Kita dari DPRD Kabupaten Pati menanyakan permasalahan ini,” jelas Joni selepas menghadiri rapat.

Belum cairnya belasan ribu KPM ini lantaran beberapa hal. Di antaranya belum adanya saldo di rekening KPM, eror dan berbagai faktor lainya.

“Jadi ada jalan yang buntu, saluran yang buntu antara BRI dengan dinas sosial. Kita juga lihat dari sini, bahwa dari BRI tidak ada empati sama sekali,”tukasnya.

Joni Kurnianto, berharap inginkan rasa empati dari pihak BRI untuk segera menyelesaikan data transaksi.

“Jadi tolonglah empatinya ditimbulkan, karena masa pandemi ini sudah 2 tahun dan dampaknya juga dirasakan masyarakat,” pintanya.

Meskipun persentase bantuan yang belum tersalurkan hanya 10 persen saja, namun menurutnya bantuan itu sangat berarti bagi masyarakat.

“Mereka bilang yang belum tersalurkan hanya 10 persen. Kok 10 persen, karena ini bantuan untuk masyarakat miskin, satu biji pun akan kami kejar. Karena kami mempunyai kewenangan pengawasan. Ini hak masyarakat yang membutuhkan,” tegas Joni.(JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here