Hubungan Seks Melalui Dubur Haram, Begini Fatwa Lengkap MUI

0
2

Persmerdeka.com – Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik dilaporkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena dugaan perilaku seks menyimpang yakni melalui dubur. Pelapor Masyardin adalah istri sirinya, Marlina Octoria.

MUI juga sudah pernah mengeluarkan fatwa haram terkait seks melalui dubur. Fatwa tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 terkait tindakan senonoh lesbian, gay, sodomi, dan pencabulan.

Fatwa itu ditandatangani Ketua MUI Komisi Fatwa saat itu yakni Prof. Hasanuddin AF dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh. Fatwa dikeluarkan pada 31 Desember 2014.

Dalam pesannya, MUI juga mengingatkan agar masyarakat menghindari perilaku seks menyimpang tersebut. Pun, disampaikan juga bahwa seks melalui dubur bisa membahayakan kesehatan.

Berikut isi fatwa tersebut.

Pertama : Ketentuan Umum
Di dalam fatwa ini yang dimaksud dengan :

1. Homoseks adalah aktivitas seksual seseorang yang dilakukan terhadap seseorang yang memiliki jenis kelamin yang sama, baik laki-laki maupun perempuan.

2. Lesbi adalah istilah untuk aktivitas seksual yang dilakukan antara perempuan dengan perempuan.

3. Gay adalah istilah untuk aktivitas seksual yang dilakukan antara laki-laki dengan laki-laki

4. Sodomi adalah istilah untuk aktivitas seksual secara melawan hukum syar’i dengan cara senggama melalui dubur/anus atau dikenal dengan liwath.

5. Pencabulan adalah istilah untuk aktivitas seksual yang dilakukan terhadap seseorang yang tidak memiliki ikatan suami istri seperti meraba, meremas, mencumbu, dan aktivitas lainnya, baik dilakukan kepada lain jenis maupun sesama jenis, kepada dewasa maupun anak, yang tidak dibenarkan secara syar’i.

6. Hadd adalah jenis hukuman atas tindak pidana yang bentuk dan kadarnya telah ditetapkan oleh nash.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here