Hal yang Dilarang Selama Olimpiade Tokyo 2020

0
1

Persmerdeka.com – Setelah tertunda hampir setahun, Olimpiade Tokyo 2020 resmi dibuka pada Jumat 23 Juli 2021 di Tokyo Stadium. Tokyo 2020 dipastikan akan menjadi Olimpiade musim panas yang berbeda dari sebelumnya karena digelar di tengah pandemi. 

Atas dasar tersebut, penyelenggara terpaksa menetapkan pengetatan, dengan tak boleh ada kerumunan turis, upacara perayaan yang sederhana untuk menekan penyebaran virus, dan bahkan pelukan untuk berselebrasi pun dilarang. 

Berikut adalah beberapa larangan yang membuat Olimpiade Tokyo 2020 berbeda dengan lainnya, seperti dikutip Japan Today:

Upacara pembukaan-penutupan yang sederhana

Upacara pembukaan Rio, London, dan Beijing, telah memukau dunia dengan efek mewah dan koreografi spektakuler yang melibatkan ribuan penampil dengan isi stadion yang penuh. 

Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Tetapi, di masa pandemi sekarang, Tokyo 2020 akan mencoba menampilkan upacara yang sederhana dan lebih terkendali. Hal itu untuk mengurangi risiko penyebaran virus dan tetap mengedapankan protokol kesehatan. 

Lebih sedikit atlet yang akan menghadiri upacara pembukaan dan penutupan, kata pejabat Olimpiade pada Januari, dengan laporan pada saat itu menunjukkan hanya 6.000 dari 11.000 orang yang akan hadir di pembukaan.

Upacara di Tokyo juga memiliki nuansa duka sebagai bentuk penghormatan kepada jutaan orang yang tewas dalam pandemi virus Corona serta para korban gempa, tsunami, dan bencana nuklir Jepang pada tahun 2011.

Tak boleh cium medali

Atlet harus memakai medali mereka sendiri, dan mereka tidak akan bisa menciumnya, karena mereka harus memakai masker saar naik podium.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here