Elektabilitas AHY Selalu Tinggi, Masih Pantaskah Candaan Yasonna ?

0
42
elektabilitas AHY selalu tinggi

PersMerdeka.com – Hasil Survei elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selalu meraup hasil positif bahkan jauh diatas Puan Maharani jagoan PDIP. Sangat tidak pantas tetunya Yasonna Laoly yang juga kader dari PDIP mengatakan AHY masih lama jadi Presiden.

Hasil terbaru survei Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukan AHY berada pada urutan kedua dengan 13,2 persen untuk klaster pimpinan partai politik hanya berselisih sedikit dengan ketum Gerindra Prabowo Subianto.

“Nama Prabowo Subianto 14 persen, AHY 13,2 persen, Muhaimin 10,2 persen merupakan figur dari klaster pimpinan partai yang paling layak jadi capres-cawapres 2024,” kata Ali Ri’fan Direktur ASI dalam konferensi yang berlangsung secara daring pada Selasa (8/6).

Hasil survei CISA menunjukkan elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencapai 15,51 persen, melampaui elektabilitas partainya sebesar 13,22 persen.

Dalam rilisnya (3/6), CISA menempatkan AHY sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi kedua setelah Anies Baswedan (19,2%). Elektabilitas Partai Demokrat juga berada di urutan kedua setelah PDI-P (18,91%).

Survei dilaksanakan pada 27 Mei-1 Juni 2021, dengan wawancara langsung pada 1.600 responden di 34 provinsi yang dipilih dengan multi stage random sampling. Margin of error 2,85% dengan tingkat kepercayaan 95%.

ÔÇťAnies, AHY, Ganjar, Prabowo dan Erick menempati lima besar elektabilitas tertinggi dari yang lainnya. Kita cek ulang di lima besar daerah yang basis sampelnya terbesar juga,” kata Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa.

Deputi bakomstra DPP Partai Demokrat mengatakan statmen dari Yasonna mendeskriditkan ketum AHY. Menurutnya tak pantas seorang meneteri menyampaikan hal demikian.

“Statemen @LaolyYasonna (Menteri Hukum Dan Ham) sangat mendiskreditkan Ketum AHY.
Apakah Pantas Seorang menteri menyampaikan statement kacangan dan receh seperti itu ?” tulisnya pada akun twitter pribadinya, Rabu (9/6).

Pada rapat komisi III DPR RI dengan Menteri Hukum dan HAM RI yasonna laoly Politikus PDI Perjuangan itu kemudian menyebut salah satu yang hadir di ruangan bisa saja akan menjadi presiden di masa depan.

Tak hanya itu, dia mengungkap bos dari anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Habiburokhman bisa juga menjadi presiden. Meski tak menyebut nama, namun diduga yang dimaksud Yasonna adalah Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

“Mungkin salah satu di antara kita ini Pak Adies Kadir jadi presiden atau siapa, atau siapa, atau bosnya Pak Habiburokhman, atau siapa, kita biarkan (penghinaan) itu?” jelas Yasonna.

Selepas itu, Yasonna meneruskan pernyataannya dengan berkelakar. Dia menyebut bos dari anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Benny K Harman masih lama untuk menjadi presiden.

Candaan Yasonna pun disambut dengan gelak tawa para peserta rapat. Meski tak dijelaskan pula siapa yang dimaksud Yasonna, namun diduga itu merujuk pada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Kalau bosnya Pak Benny masih lama barang kali. Misalnya, misalnya, contoh, ya kan, masih muda. Bercanda, bercanda, bercanda, jadi ya,” canda Yasonna.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Santoso meminta agar Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mencabut pernyataannya yang menyinggung Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Diketahui, Yasonna bercanda dengan menyebut bos dari Benny K Harman masih lama menjadi presiden karena masih muda.

“Saya ingin apa yang pak menteri sampaikan yang menyatakan bos Pak Benny masih lama (menjadi presiden) itu supaya dicabut. Saya sangat keberatan,” ujar Santoso, kepada Yasonna, dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Menkumham, Rabu (9/6/2021).

Menurut Santoso, Yasonna kurang tepat melontarkan pernyataan tersebut, karena yang bersangkutan juga adalah kader partai politik lain yakni PDI Perjuangan.

“Jadi kurang tepat juga menyampaikan hal itu sehingga nanti akan menimbulkan friksi di tengah-tengah masyarakat. Soal bos Pak Benny dan bos saya di tahun 2024 jadi atau tidak, biarlah roda sejarah yang akan mencatat itu,” tegas Santoso.

Pimpinan rapat yaitu Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir mencoba menengahi dengan menyampaikan hal tersebut adalah candaan semata.

“Itu tadi kan konteksnya bercanda,” kata Adies Kadir.

Setelahnya, Yasonna juga menegaskan pernyataannya hanyalah candaan dan mencabut pernyataannya serta meminta maaf.

“Sebetulnya itu joke, tapi dicabut, terima kasih, mohon maaf,” kata Yasonna.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly melontarkan candaan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI saat tengah membahas pasal penghinaan presiden di RUU KUHP.(JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here