Duet Anies-AHY Akan Jadi Lawan Tangguh Pasangan Prabowo-Puan

0
30
duet anies-ahy

PersMerdeka.com – Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan sebut duet Anies-AHY akan jadi lawan tangguh bagi Prabowo-Puan pada pemilu 2024.

Dirinya menilai dinamika politik datang lebih cepat atau jauh sebelum tahun Pemilu 2024 karena tidak ada petahana.

“Tahun politik datang lebih cepat karena dua sebab. Pertama tidak ada petahana, kedua belum ada calon yang dominan,” kata Djayadi pada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Dalam survei, menurutnya, calon-calon kuat belum ada yang mendapat elektabilitas dominan, termasuk Prabowo Subianto.

Sementara itu, terkait wacana reuni Megawati-Prabowo kembali menguat, maka publik mulai penasaran siapa calon kuat lawan pagi PDIP-Gerindra.

Djayadi menyebut, potensi calon lawan kuat PDIP-Gerindra adalah PKS, Partai Demokrat dan PAN. Ketiga partai itu menurutnya bisa saja mendukung Anies-AHY untun bertarung dengan Puan-Prabowo.

“Kalau kita perhatikan Anies cenderung lebih populer di kalangan PKS, Demokrat, PAN. Memang cocok itu kalau lihat prefensi pemilih. Itu sangat mungkin Anies-AHY,” kata Djayadi.

Meski telah terbaca potensi koalisi parpol di 2024, Djayadi menyatakan nama capres-cawapres masih jauh dan bisa berubah sesuai dinamika politik. Oleh karena itu, ia tidak bisa menentukan siapa yang akan menang apabila Puan-Prabowo diadu dengan Anies-AHY.

“Kalau Prabowo- Puan, Anies-AHY, belum bisa ditentukan, karena belum ada yang dominan sekarang, sekitar setengah tahun lagi, atau Juni 2023 mungkin sudah bisa dilihat,” pungkasnya.

Duet Anies-AHY sangat mungkin karena dari beberapa survei dua kandidat ini memeiliki elektabilitas tinggi yang mampu imbangi Prabowo. Dari hasil survei CISA  menunjukkan elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencapai 15,51 persen. Kemudian, elektabilitas tertinggi kedua setelah Anies Baswedan 19,2 persen.

“Anies, AHY, Ganjar, Prabowo dan Erick menempati lima besar elektabilitas tertinggi dari yang lainnya. Kita cek ulang di lima besar daerah yang basis sampelnya terbesar juga,” kata Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa, Jumat (4/6/2021).

Dia mengatakan, di Jawa Timur, Ganjar, AHY dan Prabowo cukup kuat elektabilitasnya. Dominasi Ganjar masih sulit ditumbangkan di Jateng. Sedangkan Anies, Prabowo dan AHY memimpin di Jawa Barat.

“Praktis Ganjar tumbang di DKI Jakarta karena responden cenderung memilih Anies, AHY dan Erick Tohir. Namun di Sumut, peluang keterpilihan baik Anies, AHY dan Ganjar cukup proporsional serta sisanya ada nama Prabowo dan Erick Tohir,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Adi Prayitno mengingatkan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk terpaku pada angka elektabilitas tertentu.

“Politik masih bergerak dinamis, karena itu angka elektabilitas masih bisa berubah-ubah. Apalagi lembaga-lembaga survei berbeda-beda dalam melakukan sampling, mengumpulkan data dan menarik analisa. Jangan terpaku pada angka elektabilitas, lebih baik cermati trennya,” ujar Adi.

Adi mengakui bahwa tren elektabilitas Partai Demokrat dan Ketum AHY memang sedang tinggi. “Mereka diuntungkan oleh clear victory dalam kasus upaya kudeta kepemimpinan PD, baik secara politik maupun hukum,” ungkapnya.(JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here