Demokrat Jember Tolak Sangsi Pembekuan Pencak Silat

0
11
demokrat jember tolak pembubaran pencak silat

PersMerdeka.com – Ketua FKKGD Partai Demokrat Kabupaten Jember, Salim Puji Mulyono menolak tegas, wacana sanksi pembekuan terhadap organisasi pencak silat.

Menurut dia, kesalahan yang terjadi di Kabupaten Jember adalah ulah oknum bukan organisasi.

“Kami sebagai organisasi sayap resmi Partai Demokrat menolak wacana itu. Kalau yang bersalah oknumnya, biar ditindak secara hukum saja, jangan organisasinya,” tegas Salim memaparkan.

Menurut Salim, semua yang bermasalah di bawah adalah anaknya Bupati Jember. Sehingga bupati harus berlaku adil.

“Kami berharap, Bupati Jember bisa berpikir ulang terkait wacana itu, karena ini menyangkut budaya,” paparnya.

Kata dia, apa yang terjadi itu adalah dinamika, bukan hanya di pencak silat dimanapun ada oknum seperti itu.

“Disuporter juga ada yang kayak gitu. Ya kita selesaikan dengan pembinaan. Kan tujuannya Bupati H.Hendy ‘Jember Juara Jember Bangkit, kalau dibekukan, berarti tidak sesuai,” paparnya.

Terkait banyaknya oknum atau pihak-pihak yang sengaja memperkeruh keadaan lewat media sosial, pihaknya dengan tegas siap melawan.

“Kami siap bergerak perangi orang yang kayak gitu. Demokrat siap perangi orang yang kayak gitu,” tegasnya menambahkan.

Ditanya wartawan terkait rencana penertiban simbol tugu oleh pemerintah, dirinya juga bernada sama.

“Tugu itu kita artikan, itu adalah bagian dari seni. Bahwa di Jember punya budaya seni silat, itu seni dan itu icon jember yang wajib dilestarikan,” sebutnya.

Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jember ini juga mengakui, pencak silat adalah salah satu motor penggerak UMKM yang ada di Jember.

“Setiap ada event pencak silat, UMKM ikut bangkit. Ini harus dan wajib dilestarikan. Andai bermasalah pada oknumnya, mari kita bina sama-sama,” pungkasnya.

Wacana pembubaran pencak silat sendiri dikarenakan adanya bentrokan antar perguruan yang menyebabkan keresahan di masayarakat. Namun pemkab jember sudah mengumpulkan seluruh perguruan untuk melakukan deklarasi damai.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember Agus Supaat menyampaikan, kesepakatan penting itu diharapkan menjadi prinsip untuk menumbuhkembangkan perguruan silat di Jember. Apabila terjadi tindakan yang bertentangan dengan peraturan dan hukum, maka dalam kesepakatan itu telah disebut secara detail.

“Semua ketua perguruan silat bertanggung jawab atas perilaku anggotanya,” kata Agus.

Jika tindakan anggota yang meresahkan masyarakat berulang, seperti penganiayaan atau tindakan kriminalitas, maka kegiatan organisasi itu bisa dilarang.(JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here