Demokrat Desak Pengusutan Tuntas Mafia Alutsista Berinisial M

0
256
demokrat minta usut mafia alutsista

Persmerdeka.com – Deputi Bakomstra DPP Partai Demokrat, Ricky Kurniawan memita pengusutan tuntas terkait mafia alutsita berinisial M yang menyebabkan terhambatnya modernisasi alutsista TNIĀ  pada era pemerintahan presiden Joko Widodo.

Dirinya berharap pemerintah segera menyelidiki penyebab terhambatnya modernisasi alutsisata tersebut, apalagi saat ini berhembus kabar adanya mafia alutsista berinisial M yang disebutkan oleh pengamat militer.

“Sengkarut Alutsista karena Mafia Berinisial M . Modernisasi alutsista ini terhambat dan Mandek di era Pemerintahan Jokowi, harus ditelusuri penyebabnya!” tuturnya dalam akun twitternya, Senin (27/4).

Politisi Partai Demokrat ini berharap segera mungkin pemerintah mengusut mafia lutsista tersebut, apalagi sudah menelan korban 53 patriot bangsa.

“Apalagi saat ini sdh memakan korban 53 Patriot Bangsa. usut segera Mafia Alutsista!” tukasnya.

Sebelumnya pengamat militer Connie Rahakundini Bakri menyebut sosok berinisial M menjadi mafia bisnis dalam pengadaan alutsista TNI. Dia tidak merinci lebih jauh. Namun, ia sempat menyinggung proyek kendaraan taktis (rantis) Maung yang digagas Kementerian Pertahanan (Kemhan).

“Saya juga menemukan dan siapa yang mau buka. Menurut saya ini bagian dari korupsi. Jangan salah lho, pertama dia beli Hilux utuh, yang diambil hanya sasis, kemudian yang lain-lain dijual kembali. Padahal yang di-charge itu harga satu mobil itu. Kemudian saya pernah lihat 200 mobil [Hilux] yang datang,” ucap Connie dalam diskusi medcom id yang berlangsung daring, Minggu (26/4).

Selain itu, Connie menyinggung mengenai kerja sama pembuatan jet tempur Indonesia-Korea bertajuk Korean Fighter Xperiment (KFX) dan Indonesia Fighter Xperiment (IFX). Kerja sama tersebut menemui jalan buntu.

Connie mengaku sejak awal lantang menolak kerja sama itu. Dia menilai banyak hal yang tidak masuk akal dalam kerja sama sistem pertahanan itu.

“Anehnya belum apa-apa sudah belanja-belanja, PT Dirgantara Indonesia (DI) disiapkan. Sekarang kemungkinan itu enggak jadi. Kita akan rugi lebih besar gitu lo,” ujar Connie.

Saat diminta penjelasan lebih lanjut terkait keberadaan mafia bisnis di pengadaan alutsista, Connie menolak. Ia mengaku masih berduka dengan readyviewed insiden yang dialami kapal selam TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala-402.

“Aku masih berduka dengan kejadian Nanggala, aku tidak mau itu digeser dari rasa kita merenung betapa jahatnya kita kepada TNI kita,” kata Connie.

Seperti diketahui setelah 5 hari pencarian ahirnya KRI Nanggala 402 yanghilang kontak ditemukan pada kedalaman 800 meter dengan kondisi terbelah tiga bagian. Panglima TNI menyatakan 53 Prajurit yang ada dalam kapal tersebut dinyatakan gugur dalam bertugas.(JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here