Demokrat Anggap Moeldoko Merusak Tatanan Kehidupan Berbangsa

0
10
moeldoko rusak kehidupan berbangsa

PersMerdeka.com – Deputi Luar Negeri dan Keamanan Nasional DPP Partai Demokrat, Susilawati menganggap pembegalan yang dilakukan oleh KSP Moeldoko sudah merusak tatanan kehidupan berbangsa.

“Rasanya usia pak Moeldoko bisa dibilang seusia dengan orangtua saya yang banyak mengajarkan tentang kebaikan dalam hidup,” tuturnya.

Namun saat ini dipertontonkan oleh sesuatu yang memiriskan hati, dengan melihat apa yang dilakukan oleh  Moeldoko dalam mengisi kehidupan di ruang demokrasi.

“Sejatinya beliau sebagai orangtua yang selalu mengayomi anak-anaknya untuk menjadi pribadi kesatria dan beretika, itulah bentuk tanggung jawab sebagai orangtua yang menjadi panutan dan contoh baik bagi tumbuh kembang kehidupan,” ujar Susilawati.

Srikandi Partai Demokrat ini mengatakan seharusnya Moeldoko sebagai salah seorang senior bangsa yang diharapkan menjadi contoh tauladan dan harus mengayomi generasi muda bangsa sifatnya, tapi bukan sebaliknya.

Jika sebagai orangtua yang perilakunya selalu dicontoh, maka demikian pula sebagai senior bangsa yang menjadi harapan bagi generasi muda dapat menjadi panutan tapi bukan sebaliknya.

“Pak Moeldoko malah tega menghancurkan tatanan kehidupan berbangsa yang sudah baik dengan pikirannya sendiri dengan cara melemahkan sendi kehidupan bernegara yaitu melakukan pembegalan terhadap partai Demokrat kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” jelasnya.

Susilawati mengatakan  ada jutaan kader muda, simpatisan di bawah komando AHY sedang berjuang menegakkan demokrasi yang adil dan sehat untuk mencapai tujuan mulia yaitu kesejahteraan bagi rakyat.

Jika hanya karena alasan yang tidak fundamental dalam arti tidak menabrak aturan konstitusi bernegara maka tidak ada masalah dalam ruang demokrasi sepanjang bermanfaat bagi kemashalatan rakyat Indonesia.

“Lalu, apa rencana pak Moeldoko melakukan tindakkan pengambil alihan secara paksa sebuah organisasi politik nasional yang sah? Apakah memiliki agenda tersendiri karena ingin maju sebagai calon presiden di tahun 2024, mengapa tidak mendirikan partai sendiri seperti yang dilakukan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2001 untuk mengusung dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) justru lebih prestise dan efektif,” tuturnya.

Menurut Susilawati, jika niatnya ingin melukai generasi muda Indonesia, sejatinya itulah perilaku paling buruk dalam kehidupan berbangsa, karena dilakukan oleh yang lebih tua kepada yang lebih muda. Ini jauh dari sikap nilai khas bangsa Indonesia yang dibanggakan dimana perilaku yang lebih tua seharusnya bisa ngemong dan mengayomi yang lebih muda.

“Sangat yakin jika pak Moeldoko tidak hanya mendengar sepihak tentang perjuangan partai Demokrat kepemimpinan AHY, bisa dipastikan hatinya akan luluh lantak merasa bersalah melakukan upaya yang tidak simpati telah melemahkan nilai demokrasi, karena selama ini hanya mendengarkan dari satu pihak yang tidak tepat sumbernya,” tukasnya. (JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here