Datangi Pengungsian, Ketua DPC Demokrat Mamuju Berikan Bantuan Korban Gempa

0
37

Persmerdeka.com – Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Suraidah Suhardi memberikan bantuan kepada para korban bencana di tenda pengungsian korban bencana gempa bumi.

Suraidah yang juga Ketua DPRD Provinsi Sulbar 2019-2024 mendatangi posko pengungsian di Kabupaten Mamuju dengan membawa, makanan, terpal, air minum dan peralatan P3K.

Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sudah meluncurkan program gerakan nasional Demokrat peduli dan berbagi mengharuskan kader bereaksi cepat saat ada bencana. Daerah bencana di Sulbar selain di Mamuju, partai Demokrat juga sudah memberikan bantuan di daerah Bulukumba yang dipimpin ketua DPC Andi Murniyati makking.

Gempa yang terjadi banyak menghancurkan rumah-rumah para penduduk sehingga mereka banyak yang mengungsi. Bahakan rumah jabatan ketua DPRD Sulbar pun menjadi korban keganasan gempa tersebut.

Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Kamis 14 Januari 2021 pukul 14.35 Wita tak hanya menimbulkan kepanikan warga. Gempa itu juga mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan, salah satunya rumah jabatan (rujab) Ketua DPRD Sulawesi Barat.

Rujab yang berada di Jalan Abdul Malik Pattane Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju itu dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah. Salah satu bagian rumah, yakni atap garasi ambruk dan menimpa sejumlah kendaraan.

Rusna (20) salah seorang penghuni di rujab itu mengatakan, saat gempa bumi terjadi, dia bersama sejumlah penghuni lainnya tengah berada di dalam rumah. Getaran gempa yang awalnya landai perlahan mulai terasa kencang disertai dentuman keras, membuat mereka berhamburan keluar rumah.

Suraidah saat itu sedang tidak berada di dalam rumah jabatanya. Politisi Demokrat ini sedang berada di kota Makassar.

Jumlah korban jiwa dalam gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar) berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu pukul 02.00 WIB sebanyak 56 orang. Sebanyak sembilan orang berasal dari Kabupaten Majene sementara di Mamuju berjumlah 47 korban.

PUSDALOPS-PB BNPB juga menginformasikan, di Kabupaten Majene ada 12 orang terdata luka berat, ± 200 orang luka sedang dan ± 425 orang luka ringan. Sebanyak ± 15.000 orang warga Majene terpaksa mengungsi. Sementara di Kabupaten Mamuju, ada 189 orang luka berat/rawat inap akibat gempa ini.

Saat ini, ada beberapa kebutuhan dinilai sangat dibutuhkan oleh para pengungsi. Kebutuhan medesak tersebut di antaranya, sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi atau tenda posko, pelayanan medis juga terpal.

Selanjutnya, mereka juga membutuhkan alat berat ata ekskavator, alat komunikasi, makanan pokok siap saji, masker, Alat Pelindung Diri (APD), obat-obatan dan vitamin serta air minum.

Warga korban gempa di Desa Le’beng,mamuju kini tinggal di pengungsian. Mereka menemapati posko Manakarra dengan kondisiseadanya.

Para pengungsi mulai kekurangan makanan dan kebutuhan harian. Sejumlah anak-anak juga mulai terserang penyakit. Warga membutuhkan bantuan khususnya bagi balita, anak dan lansia.(JN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here