Daftar 16 Golongan Orang yang Tak Bisa Divaksin Corona Bikin Riuh, Demokrat Sudah Ingatkan Sejak Awal Terkait Sosialisasi Vaksin

0
70

PersMerdeka – Satu hari menjelang program vaksin dilaksanakan pemerintah, publik dihebohkan dengan pemberitaan terkait 16 golongan yang tak bisa divaksin. Berdasarkarkan Surat Ketetapan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kementerian Kesehatan Nomor 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi, terdapat beberapa golongan orang yang tidak boleh divaksin.

Rekomendasi tersebut khusus untuk vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Pertama, apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil 140/90 atau lebih.

Kedua, berada dalam salah satu kondisi berikut:

1. Pernah terkonfirmasi menderita Covid-19

2. Ibu hamil atau menyusui

3. Mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, sesak nafas dalam 7 hari terakhir

4. Anggota keluarga serumah yang kontak erat, suspek, konfirmasi, sedang dalam perawatan karena Covid-19

5. Memiliki riwayat alaergi berat atau mengalami gejala sesak nafas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya

6. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah

7. Menderita penyakit jantung seperti gagal jantung, penyakit jantung koroner

8. Menderita penyakit Autoimun Sistemik seperti SLE, Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya

9. Menderita penyakit ginjal seperti penyakit ginjal kronis, sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal, transplantasi ginjal, sindroma nefrotik dengan kortikosteroid

10. Menderita penyakit reumatik autoimun

11. Menderita penyakit saluran pencernaan kronis

12. Menderita penyakit Hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun

13. Menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defesiensi imun, dan penerima produk darah atau transfusi

14. Menderita penyakit diabetes melitus

15. Menderita HIV

16. Memiliki riwayat penyakit paru seperti asma, PPOK, dan TBC.

Berdasarkan hasil survei RRI,terdapat sejumlah alasan masyarakat menolak vaksin Covid-19, paling umum adalah terkait keamanan vaksin dengan persentase 30 persen; keraguan terhadap  efektivitas vaksin (22 persen); ketidakpercayaan terhadap vaksin (13 persen); kekhawatiran adanya efek samping seperti demam dan nyeri (12 persen); dan alasan keagamaan.

Survei nasional RRI tersebut dilaksanakan di 34 provinsi yang mencakup 508 kabupaten/kota dan mengumpulkan tanggapan lebih dari 115.000 orang.

Jauh sebelumnya, Partai Demokrat berkali-kali mengingatkan pemerintah tentang pentingnya memberikan edukasi dan sosialisasi terkait vaksin Covid-19 agar tidak menimbulkan kegaduhan.

“Pemerintah kiranya sosialisasi vaksin Covid-19 benar-benar dilaksanakan dengan serius sehingga bisa efektif dan tidak timbulkan kerugian bagi negara yang sudah beli vaksin tersebut,” kata anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anwar Hafid.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here